Tugas Seminar Etika Profesi dan Komunikasi
Nama : Giena Noerachmaniar
Kelas : 1TA04
NPM : 13316034
1.Festival Komunikasi Universitas Pancasila
Judul Seminar : “Kreasi Insan Perfilman Indonesia”
Waktu dan tempat : 17 April 2017 di Universitas Pancasila
Pembicara :
Moderator : Riza Darma Putra, M.I.Kom (Dosen FIKOM UP)
Dalam seminar ini dijelaskan betapa pentingnya kreasi budaya anak-anak Indonesia khususnya dalam bidang perfilman. Pak Rako Prijanto menyatakan bahwa syarat membuat film adalah passion yang dimiliki sang pembuat film. Sebuah film akan mempunyai daya tarik jika pembuat film tersebut sangat passionate dengan apa yang ia buat, lalu hasil pembuatannya akan mempunyai selling point. Dari hal tersebutlah, apa yang ingin disampaikan oleh pembuat film tersampaikan ke penonton dan menjadi kan untung yang besar serta karya yang baik. Menurut Pak Rako Prijanto, tema adalah unsur penting dalam sebuah film. Sebagai contoh, dalam film Avenger mengemukakan tema pertemanan, sedangkan film Sixth Sense mengedepankan tema self healing atau perbaikan diri. Tema tersebut dapat menyentuh hati dan membuat simpati para penonton. Dari situlah selling point dari sebuah film, baik dalam hal pemasaran film dan apresiasi karya.
Hal lain yang dapat dicermati adalah perfilman Indonesia bersifat konstan, yang dimaksud ialah banyaknya remake atau pembuatan ulang film-film Indonesia lama menjadi versi zaman sekarang. Seperti Warkop DKI, Cek Toko Sebelah, dan Laskar Pelangi. Film-film tersebut dibuat versi baru, karena versi yang lama sangat melekat di hati orang-orang Indonesia. Hal yang paling melekat di kehidupan orang sekarang adalah gadget. Hal tersebut dapat di manfaatkan bagi para creator. Pembuat film tentunya setelah mendapatkan tema film, harus melakukan research atau penelitian, gadget dapat dimanfaatkan. Dalam hal pemasaran atau promosi sebuah film juga, peranan digital dapat digunakan oleh pembuat film dengan kritis. Karena semua orang sudah mempunyai smartphone maupun laptop, hal-hal seperti mengetahui apa yang terjadi di dunia semakin mudah.
2.Metamorfosa
Judul Seminar : Metamorfosa
Waktu dan Tempat : 28 April 2017 di Universitas Gunadarma Kampus D
3.Vacayay
Kelas : 1TA04
NPM : 13316034
1.Festival Komunikasi Universitas Pancasila
Judul Seminar : “Kreasi Insan Perfilman Indonesia”
Waktu dan tempat : 17 April 2017 di Universitas Pancasila
Pembicara :
- Ir. Chand Parwez (Ketua Badan Perfilman Indonesia),
- Rako Prijanto (Sutradara Film “Ungu Violet” (2005), Sang Kiai (2012)),
- Ferry Ardiansyah (Aktor, SutradaraIklan, Presenter)
Moderator : Riza Darma Putra, M.I.Kom (Dosen FIKOM UP)
Dalam seminar ini dijelaskan betapa pentingnya kreasi budaya anak-anak Indonesia khususnya dalam bidang perfilman. Pak Rako Prijanto menyatakan bahwa syarat membuat film adalah passion yang dimiliki sang pembuat film. Sebuah film akan mempunyai daya tarik jika pembuat film tersebut sangat passionate dengan apa yang ia buat, lalu hasil pembuatannya akan mempunyai selling point. Dari hal tersebutlah, apa yang ingin disampaikan oleh pembuat film tersampaikan ke penonton dan menjadi kan untung yang besar serta karya yang baik. Menurut Pak Rako Prijanto, tema adalah unsur penting dalam sebuah film. Sebagai contoh, dalam film Avenger mengemukakan tema pertemanan, sedangkan film Sixth Sense mengedepankan tema self healing atau perbaikan diri. Tema tersebut dapat menyentuh hati dan membuat simpati para penonton. Dari situlah selling point dari sebuah film, baik dalam hal pemasaran film dan apresiasi karya.
Hal lain yang dapat dicermati adalah perfilman Indonesia bersifat konstan, yang dimaksud ialah banyaknya remake atau pembuatan ulang film-film Indonesia lama menjadi versi zaman sekarang. Seperti Warkop DKI, Cek Toko Sebelah, dan Laskar Pelangi. Film-film tersebut dibuat versi baru, karena versi yang lama sangat melekat di hati orang-orang Indonesia. Hal yang paling melekat di kehidupan orang sekarang adalah gadget. Hal tersebut dapat di manfaatkan bagi para creator. Pembuat film tentunya setelah mendapatkan tema film, harus melakukan research atau penelitian, gadget dapat dimanfaatkan. Dalam hal pemasaran atau promosi sebuah film juga, peranan digital dapat digunakan oleh pembuat film dengan kritis. Karena semua orang sudah mempunyai smartphone maupun laptop, hal-hal seperti mengetahui apa yang terjadi di dunia semakin mudah.
Ir Chand Parwez mengatakan bahwa, masalah yang dihadapi perfilman Indonesia adalah pemerintahnya sendiri. Ia merasa dan melihat bahwa pemerintah kurang mendukung insan perfilman Indonesia. Dapat dilihat bahwa perfilman ini masuk ke sektor kreatif budaya yang seharusnya dinaungi Kementrian Pendidikan dan Budaya, tetapi sebaliknya, perfilman Indonesia ada dibawah sektor swasta. Perfilman Indonesia sebelum tahun 2015 mengalami keturunan baik dari segi kualitas maupun pemasaran, tetapi sekarang sudah makin banyak film Indonesia yang berkualitas bagus dan populer. Maka dari itu beliau berharap, pemerintah Indonesia dapat lebih menyemangati dan mendukung perfilman Indonesia agar dapat diakui oleh dunia internasional.
2.Metamorfosa
Judul Seminar : Metamorfosa
Waktu dan Tempat : 28 April 2017 di Universitas Gunadarma Kampus D
Pembicara :
- Ray Bachtiar Dradjat
- Setiadi Darmawan
"THE POWER OF YOUR KLIK" adalah seminar photography yang diselenggarakan oleh Snap Photography dan tempatnya berada di Universitas Gunadarma. Seminar ini ada dua pembicara yaitu Fotografer Profesional Setiadi Darmawan dan Roy Bachtiar Dradjat.
Seminar kali ini membahas tentang teknik pengambilan foto dengan bagus tanpa harus menggunakan kamera seperti SLR atau DSLR hanya dengan menggunakan handphone juga kita bisa mendapatkan hasil gambar yang bagus, asalkan memiliki Teknik fotografi yang baik. Menurut narasumber salah satu hal yang paling sulit adalah memotret seorang anak kecil karena hanya membutuhkan waktu 30 detik untuk memotret .
Dalam fototgrafi terdapat teknik untuk memotret salah satunya ISO yaitu ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya, Lalu Speed pada fotografi kecepatan juga mempengaruhi hasil foto, dan terakhir Diafragma yaitu komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera.
3.Vacayay
Vacayay Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia
Waktu dan tempat : 5 Mei 2017 di Universitas Indonesia
Judul Seminar : Travelling With a Cause
Pembicara : Jemi Ngadiono (Founder of 1000 Guru)
Moderator : Laura Brigitta
Judul Seminar : Travelling With a Cause
Pembicara : Jemi Ngadiono (Founder of 1000 Guru)
Moderator : Laura Brigitta
Dalam seminar ini Jemi Ngadiono menyampaikan pengalamannya dalam travelling sambil bertukar ilmu dan mengikuti kegiatan sosial. Kini kegiatan tersebut dapat diikuti oleh masyarakat umum yang tertarik, hal tersebut dapat dilakukan melalui organisasi yang dibuat oleh Jemi Ngadiono, yang bernama 1000 guru. Hal ini sudah dilakukan dan dikembangkannya selama lebih dari 4 tahun. Berawal hanya dari Jemi dan sekelompok kecil, ia berangkat ke Rangkas Belitung dan mengajar anak-anak pelosok disana yang mungkin tidak mempunyai gedung sekolah, peralatan, dan baju yang layak. Dalam program ini, Jemi membuka trip untuk orang-orang yang ingin berjalan-jalan sambil mengajarkan anak-anak tersebut, tentunya ada harga tertentu yang harus dibayar. Harga tersebut akan tergantung dengan destinasi program 1000 guru tersebut, dan 1000 guru tidak mengambil uang sepeser pun untuk organisasinya. Jemi sangat mengedepankan ketransparan organisasinya, masyarakat boleh memberikan donasi yang nantinya akan jatuh ketangan anak-anak dipelosok untuk pembangunan gedung sekolah atau peralatannya, tetapi tidak akan ada uang sepeser pun yang jatuh kepegawai organisasi ini.
Jemi sangat menyayangkan anak-anak di pelosok tersebut, karena mereka semua ingin belajar dan menuntut ilmu, tetapi peralatan dan gedung tidak memadai. Cara kerja 1000 guru ini ialah, sekelompok orang yang mem-volunteerkan dirinya akan mengunjungi daerah terpelosok, dan mengajar, bermain serta memberi anak-anak tersebut peralatan sekolah. Selanjutnya akan diberitahukan kepada pemerintah, bahwa daerah tersebut kurang resources dan pemerintah daerah tersebut akan mengambil alih. Sehingga, organisasi 1000 guru ini ingin member awareness kepada orang dalam atau luar negeri bahwa anak-anak tersebut ingin membuat Indonesia yang lebih baik, tetapi kekurangan resources.
Tidak lama ini, Jemi Ngadiono masuk ke salah satu program dari News Channel Asia yaitu ‘Indonesia’s Game Changer’ beserta Anies baswedan, Ridwan Kamil, dan lainnya. Program tersebut bercerita mengenai latar belakang tokoh, yang dinilai dapat membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat melalui kerja keras dan kreativitas. Melalui program tersebut, 1000 guru mendapat publikasi ke masyarakat internasional, dan beberapa waktu lalu mulai orang luar negeri mengikuti program 1000 guru. Jemi mengharapkan agar Indonesia di jaga dan ditelusuri alamnya sambil mensejahterahkan rakyat melalui organisasi 1000 guru.
Jemi sangat menyayangkan anak-anak di pelosok tersebut, karena mereka semua ingin belajar dan menuntut ilmu, tetapi peralatan dan gedung tidak memadai. Cara kerja 1000 guru ini ialah, sekelompok orang yang mem-volunteerkan dirinya akan mengunjungi daerah terpelosok, dan mengajar, bermain serta memberi anak-anak tersebut peralatan sekolah. Selanjutnya akan diberitahukan kepada pemerintah, bahwa daerah tersebut kurang resources dan pemerintah daerah tersebut akan mengambil alih. Sehingga, organisasi 1000 guru ini ingin member awareness kepada orang dalam atau luar negeri bahwa anak-anak tersebut ingin membuat Indonesia yang lebih baik, tetapi kekurangan resources.
Tidak lama ini, Jemi Ngadiono masuk ke salah satu program dari News Channel Asia yaitu ‘Indonesia’s Game Changer’ beserta Anies baswedan, Ridwan Kamil, dan lainnya. Program tersebut bercerita mengenai latar belakang tokoh, yang dinilai dapat membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat melalui kerja keras dan kreativitas. Melalui program tersebut, 1000 guru mendapat publikasi ke masyarakat internasional, dan beberapa waktu lalu mulai orang luar negeri mengikuti program 1000 guru. Jemi mengharapkan agar Indonesia di jaga dan ditelusuri alamnya sambil mensejahterahkan rakyat melalui organisasi 1000 guru.





Komentar
Posting Komentar